Website Resmi PANITIA PEMUNGUTAN SUARA Desa Medankarya Kecamatan Tirtajaya Kabupaten Karawang PPS DESA MEDANKARYA: Khath Al-Istiwa

Senin, 12 November 2012

Khath Al-Istiwa

Entah siapa yang pertama kali mengklaim tentang adanya "garis khayal khatulistiwa" yang membagi bumi menjadi dua bagian sama, utara dan selatan? Apakah ilmuwan Arab, karena kata khatulistiwa itu adalah berasal dari bahasa Arab? Sudahlah, hal itu tak perlu kita pusingkan, apa lagi diperdebatkan!

Mengingat garis tersebut adalah garis khayal, bagaimana kalau sekarang kita berkhayal sambil merenung tentang efeknya ditinjau dari sudut pandang "geografis" maupun "psikogeografis"?! Mudah-mudahan dengan renungan ini khayalan kita tidak menggantung antara langit dan bumi.

Secara geografis, wilayah yang terletak di sebelah utara garis itu mempunyai iklim dan musim yang -sedikit sulit- untuk mengingatnya, seperti: musim gugur, musim rontok, musim semi, musim panas, musim hujan, musim salju dan sebagainya.
Sedangakan wilayah yang berada di sebelah selatan garis itu mempunyai musim yang teratur sepanjang tahunnya, yaitu musim hujan dan musim kemarau.

Secara psikogeografis, wilayah sebelah utara garis khatulistiwa adalah wilayah dengan banyak negara besar yang berperadaban maju, berkebiadaban hebat dan berpenduduk padat. lihat saja USA dengan liberalismenya, RRC dan Russia dengan komunismenya, Timur Tengah dengan jahiliyahnya dan lain sebagainya. Dengan lain kata, wilayah sebelah utara garis tersebut adalah "hot zone". Tetapi, betapa Maha Adilnya Allah swt, karena ternyata "panasnya" itu dinetralisir dengan "dinginnya" salju menyiram bumi di kutub utara.
Sedangkan wilayah sebelah selatan garis tersebut adalah wilayah dengan sedikit negara besar, berperadaban sedang dan berkebiadaban tersembunyi seperti macan tidur.

Kalau kita benar merenung lebih jauh, tepatlah bahwa Al-Quran itu diturunkan di negeri Arab, salah satu negeri yang terletak di sebelah utara garis khatulistiwa. Kejahiliyahan modern yang terjadi di wilayah utara tersebut semakin hari semakin menjadi. Perang panas dan perang dingin pun tak dapat dielakkan, antara timur dan barat.
Kehebatan dalam penelitian dan pengembangan "ayat-ayat kauniyah" Al-Quran yang dilakukan mereka rupanya berbuntut "penyalahgunaan universal" yang dilakukan oleh segelintir oknum dengan bertopeng pada propaganda "memelihara perdamaian dunia", sehingga jadilah mereka para "penjahat perang".

Jika kita merenung lebih dekat, lihatlah Indonesia! Bagaimana efek dari garis khatulistiwa yang melaluli wilayah negara kita itu? Sepertinya ada kesesuaian dengan paparan di atas.

Oh, khatulistiwa, fenomena apa lagikah yang akan terjadi di dunia ini......?!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sample Text

Sample text

Lencana Facebook

Ads 468x60px

Social Icons

Featured Posts